Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

OPM DI MAMBERAMO RAYA DENGAN SADIS BANTAI HAMBA TUHAN

adminpenrem 03/12/2015 0

Kasonaweja. Letnan Kolonel Inf  Anumerta John  E Defretes S.Th adalah  Hamba Tuhan yang aktif khotbah memberi siraman rohani di gereja-gereja di Jayapura maupun pada kegiatan Kodam. Berkat jasa-jasa beliau selama menjadi TNI dan khususnya Pendeta telah banyak menjadikan perubahan masyarakat Papua kearah yang lebih baik khususnya tingkat kerohaniannya. Dengan penampilan yang kalem, tenang dan bersahaja Pdt John  E Defretes sangat dekat dengan masyarakat dan umatnya. John  E Defretes adalah seorang Sarjana Theologi yang terpanggil menjadi seorang abdi negara/TNI, beliau pernah tugas di Akademi Militer (Akmil) selanjutnya berdinas di Pendam XVII/Cenderawasih dengan jabatan Kasilistra, Pdt John sangat dekat dengan rekan-rekan Wartawan yang selalu ada hubungan kerja dengan Pendam XVII/Cenderawasih, jadi Pdt John tidak asing dikalangan wartawan dan Insan Media di wilayah Jayapura. setelah cukup lama berdinas di Pendam Pdt John mutasi ke Sterdam menjabat sebagai Pabanda Tahwil dan mendapat perintah menjadi Perwira Penghubung di Kabupaten Mamberamo Raya yang ikut wilayah Kodim 1712/Sarmi. Pada hari Sabtu tanggal 28 Nopember 2015 berangkat ke Mamberamo Raya karena sesuai perintah agar segera masuk ke jabatan yang baru untuk menjalankan tugas dengan agenda besar yaitu Pemilukada.

pada tanggal 30 Nopember 2015 sesuai dengan hasil koordinasi Kapolres Mamberamo Raya akan melakukan pemantauan ke kampung Namuni dengan jarak kurang lebih 15 menit perjalanan menggunakan Speedboat. karena Kapolres ada urusan yang harus diselesaikan maka Pdt john dengan dua orang anggota berangkat mendahului, dengan menggunakan speedboat diantar operator.

Saat tiba di Kampung Namuni, korban beserta 2 anggota dihampiri oleh sekitar 15-20 orang dengan menodongkan senjata kearah korban dan anggotanya. Mirisnya, korban saat ditodong oleh OPM sempat berkata untuk tidak menembak dan menyampaikan maksud kedatangannya ke kampung tersebut serta mengatakan bahwa ia adalah seorang pendeta. Namun OPM tetap menembak dengan pistol milik almarhum yang diambil oleh OPM.

Kejadian ini sangat meresahkan masyarakat Papua, terlebih korban merupakan seorang pemangku agama yang terkenal baik kepada seluruh umatnya tanpa memandang status.

Tentunya tindakan yang dilakukan oleh kelompok yang menyebut dirinya sebagai OPM ini merupakan tindakan yang tidak manusiawi dan tidak beradab serta merupakan pelanggaran HAM yang telah melanggar batas koridor hukum yang sudah semestinya dilakukan hukuman mati terhadap pelaku penembakan tersebut. Melihat pula terhadap kondisi jenazah yang sangat mengenaskan.

Kelompok OPM hanya membuat situasi Papua tidak aman dan pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat menjadi terhambat. Apa yang dapat dibanggakan dari hal tersebut, sedangkan pemangku agamapun dibunuh dengan keji.

Leave A Response »

*