TNI AD Akan Tetap Konsisten Dalam Melanjutkan Kebijakan Reformasi Birokrasi

adminpenrem 17/02/2016 0

IMG_20160217_192202Abepura – Pada hari ini Rabu (17/2/16) bertempat di lapangan Upacara Makorem 172/PWY telah dilaksanakan upacara bendera tanggal 17 bulan Februari 2016, dimana upacara bendera kali ini yang bertindak sebagai Inspektur upacara Kasrem 172/PWY Letkol Inf CDB. Andreas, Danup kapten Inf Fauzi.

Dalam kesempatan ini pula Kasrem 172/PWY Letnan Kolonel inf C.D.B. Andreas membacakan amanat Kepala Staf TNI Angkatan darat Jenderal TNI Mulyono mengatakan bahwa TNI AD sebagai komponen utama pertahanan negara memiliki tugas pokok menjaga kedaulatan NKRI, memiliki kepentingan yang sangat besar untuk menjamin nilai-nilai luhur bangsa, tetap memegang teguh jati dirinya, serta meningkatkan implementasi dari karakter dasar keprajuritan yaitu loyalitas, moralitas dan Integritas agar menjadi bagian dari TNI AD yang semakin Kuat, Hebat, Profesional dan Dicintai Rakyat sebagaimana yang ditetapkan sebagai tema dalam Rapim TNI Tahun 2016 yang lalu.

Pada kesempatan Upacara Bandera kali ini, ditegaskan bahwa TNI Angkatan Darat akan tetap konsisten untuk terus melanjutkan Kebijakan Reformasi Birokrasi yang berbasis peningkatan kinerja. Salah satunya adalah dengan pemutakhiran Doktrin dan Bujuk TNI Angkatan Darat, melalui pembenahan berbagai piranti lunak, sistem dan metode serta penataan organisasi dan validasi organisasi. Dengan langkah tersebut, diharapkan organisasi akan lebih efektif dan efisien sesuai tuntutan jaman, serta mampu meningkatkan profesionalisme Prajurit TNI Angkatan Darat dalam setiap pelaksanaan tugas.

Diingatkan bahwa dinamika sosial yang terjadi disekitar, menunjukkan masih cukup banyak persoalan yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia dalam menuju cita-citanya sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat dan berkepribadian. Swasembada pangan yang menjadi salah satu fondasi ketahanan nasional masih belum sepenuhnya bisa terwujud. Sekalipun telah terjadi peningkatan produksi pangan yang cukup signifikan, kerja keras semua pihak masih dibutuhkan untuk mewujudkan swasembada pangan.

Di sisi lain, ancaman terorisme dan radikalisme serta berbagai konflik sosial berlatar belakang SARA juga masih sesekali muncul. Kriminalitas dan penyalahgunaan narkoba juga cenderung meningkat secara kualitatif dan kuantitatif. Pada saat yang sama, kondisi cuaca yang tidak menentu juga sangat berpotensi memicu munculnya berbagai macam bencana alam dan penyakit.

Menyikapi hal tersebut, dalam konteks pengabdian TNI Angkatan Darat kepada negara dan bangsa, hendaknya para prajurit dan PNS TNI AD sebagai Bhayangkari Negara dapat mengambil peran nyata dalam membantu mengatasi berbagai permasalahan yang mendera bangsa. Bangun terus sinergi dan koordinasi dengan instansi lain maupun masyarakat guna mengatasi berbagai persoalan tersebut, hingga ke tingkat paling bawah. Minimalisir berbagai potensi konflik yang terjadi antara prajurit TNI AD dengan POLRI dan masyarakat, agar capaian kinerja positif yang telah ditunjukkan selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Leave A Response »

*