Danramil 1701-22/Muara Dampingi Pertemuan Antara PT. Berlin Dan Masyarakat Kampung Mosso

adminpenrem 17/03/2016 0

 

photo_2016-03-17_11-37-49Keerom – Bertempat di Aula Balai Kampung Mosso, Distrik Muara Tami Kota Jayapura, telah dilaksanakan pertemuan antara PT. Berlin dengan masyarakat Kampung Mosso yang membahas tentang rencana pembangunan Pabrik Sagu dan pembudidayaan tanaman Sagu yang dipimpin oleh Kapolsek Muara Tami Kompol Arnolis Korowa SH. Rabu (16/3)

Pertemuan tersebut dihadiri oleh kurang lebih 50 orang masyarakat yang diantaranya adalah sebagi berikut : Danramil 1701-22/Muara Tami Lettu Inf Suhardi Kadir, Perwakilan dari PT. Berlin Krida Industri Jayapura Mansyur Tampubolon, Perwakilan Universitas Cenderawasih Samuel Jeojanan, Ondoafi Kampung Mosso Charles Wetafoa, Kepala Suku Natafoa Sem Notafoa, Kepala Suku Iyyu Agus Iyyu dan Kepala Suku Syau Petrus Syau.

Dalam sambutannya, Kapolsek Muara Tami menyampaikan yang intinya bahwa “Diharapkan kita orang Papua mendukung program Pemerintah yang akan membangun Kampung Mosso ini. Pada Tahun 2011, PT. Berlin Krida Industri Jayapura telah mensurvei Kampung Mosso untuk renca pembangunan Pabrik Sagu akan tetapi dalam hal tersebut belum ada kesepakatan antara pihak perusahaan dengan masyarakat Kampung Mosso sehingga pembangunan tertunda.

Oleh karena itu, pada Tahun ini, PT Berlin Krida Industri Jayapura telah menjawab kesepakatan yang disampaikan Masyarakat Kampung Mosso pada Tahun 2011 kepada PT. Berlin Krida Industri Jayapura untuk membangun Kampung ini menjadi lebih baik.

Lettu Inf Suhardi Kadir selaku Danramil 1701-22/Muara Tami menambahkan bahwa Kami dari aparat TNI membantu pihak Kepolisian untuk memfasilitasi PT. Berlin Krida Industri Jayapura dengan masyarakat Kampung Mosso untuk memulai pembangunan Pabrik Sagu di wilayah ini. Diharapkan kepada masyarakat agar dapat mengerti bahwa pembangunan Pabrik Sagu oleh PT. Berlin Krida Industri Jayapura sangat membantu masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup Kampung Mosso dengan menyerap tenaga kerja yang banyak, oleh karna itu kita masyarakat Kampung Mosso jangan jadi penonton tetapi marilah kita sama-sama menjadi pelaku untuk membangun Kampung Mosso ini dari ketertinggalan.

Samuel Jeojanan dari Perwakila Uncen menyampaikan bahwa pembangunan Pabrik Sagu dan Budidaya tanaman Sagu di Kampung Mosso rencananya akan dibangun diatas lahan seluas 15.000 Ha.Kami dari Uncen menjadi bagian untuk membantu membuat dokumen Amdal yang membantu proses membuat izin usaha dari Tahun 2011 sampai dengan sekarang. Kehadiran bapak/ibu pada hari ini adalah sah berdasakn Hukum, oleh karna itu kami akan merekam seluruh kegiatan ini untuk membuat suatu proposal yang akan diajukan kembali kepada Pemerintah Kota dan setelah Amdal diputuskn maka bapak/ibu akan duduk dalam Pemerintah untuk berbicara dan mengawal proses pembangunan sampai selesai. Kami berharap bapak/ibu dapat memahami makna dari pertemuan ini agar pembangunan Pabrik Sagu di Kampung ini tidak terhambat.

Selaku pihak perwakilan PT. Berlin Krida Industri Jayapura, Mansyur Tampubolon menyampaika yang intinya bahwa rencana pembangunan Pabrik Sagu dan pembudidayaan tanaman Sagu yang luasnya mencapai 15.000 Ha, tidak semua lahan akan menjadi lahan pembudidayaan Sagu, perusahaan akan membangun beberapa Fasilitas masyarakat seperti perumahan, Sekolah, Rumah sakit dan sebagian lahan akan menjadi hutan lindung. Bahwa dari Pemerintah Jayapura mengharapkan pembangunan Pabrik Sagu ini adalah satu-satunya di Indonesia yang menjadi tempat pembudidayaan Sagu terbesar dan akan menjadi Wisata Dunia.Perusahaan berkomitmen bahwa akan membantu masyarakat dengan membangun sarana dan prasarana serta memberi beasiswa pendidikan sampai jenjang pendidikan tertinggi kepada masyarakat Kampung Mosso.

Leave A Response »

*