Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Peran Imigrasi dalam Mengatasi Ancaman Nirmiliter

adminpenrem 13/03/2016 0

Pendahuluan

Militer merupakan angkatan bersenjata dari suatu negara dan segala sesuatu yang berhubungan dengan angkatan bersenjata. Dalam hal ini kekuatan perang militer di Indonesia adalah TNI (Tentara Nasional Indonesia), yang bisa disebut sebagai garda terdepan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dewasa ini, perang yang bersifat konvensional sudah jarang dilakukan disuatu daerah yang berskala besar, layaknya Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Akhir-akhir ini muncul istilah perang dingin, yang mana dalam pengertiannya secara sempit adalah perang non militer/nirmiliter, dimana perang tersebut tidak lagi menggunakan senjata dan alat-alat lain yang digunakan untuk melakukan invansi layaknya agresi militer dan sebagainya. Perang nirmiliter ini biasanya bergerak dalam bidang Ipoleksosbudhankam (Ideologi, Politik, Sosial-Budaya, Pertahanan-Keamanan) yang menjadi ancamannya. Ancaman nonmiliter atau nirmiliter memiliki karakteristik yang berbeda dengan Imigrasi, sebuah instansi pemerintah yang berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang mana memiliki arti sebagai hal ihwal lalu lintas orang yang masuk atau keluar Wilayah Indonesia serta pengawasannya dalam rangka menjaga tegaknya kedaulatan negara. Dalam hal ini imigrasi berarti melaksanakan perannya sebagai instansi yang bergerak dalam mencegah bahkan menanggulangi ancaman yang bersifat nirmiliter.

Pembahasan

Imigrasi memiliki catur fungsi yang sebagai mana disebut di dalam UU no. 6 Tahun 2011 yaitu memberikan pelayanan Keimigrasian, penegakan hukum, keamanan negara, dan fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat. Keamanan negara merupakan bagian dari Ketahanan nasional yang mana pertahanan negara masuk di dalam bidang tersebut. Ketahanan Nasional sendiri adalah kondisi dinamika, yaitu suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan ketahanan, Kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Dalam konteks ini, tantangan, hambatan dan acaman yang datang dari luar merupakan tanggung jawab Tentara Nasional Indonesia sebagai salah satu komponen dalam pertahanan negara. Maksud ancaman yang datang dari luar adalah Agresi oleh negara lain, Spionase, Sabotase, Aksi teror bersenjata dan yang berhubungan dengan ancaman secara langsung berupa perang konvensional dari negara lain. Adapun perang non militer adalah perang yang berdimensi  
Ancaman non militer ini, dapat dikaitkan dengan tugas imigrasi yaitu keamanan negara. Dimana imigrasi memiliki tugas untuk mengawasi lalu lintas orang yang masuk atau keluar wilayah Indonesia. Tidak hanya itu imigrasi juga mengawasi kebaradaan dan kegiatan orang asing yang berada di wilayah Indonesia. Tidak dipungkiri lagi, pada era globalisasi ini bata-batas negara terlihat transparan dikarenakan berkembangnya teknologi secara pesat dan padatnya arus lalu lintas manusia antar negara. Inilah yang menyebabkan stabilitas nasional teerganggu karena banyaknya orang asing yang masuk ke wilayah Indonesia. Mereka beraktivitas dan mengakibatkan adanya pertukaran budaya yang menyebabkan diversifikasi budaya di Indonesia, yang mana budaya yang masuk terkesan mengikis budaya nusantara yang menjadi jati diri bangsa.

Tidak hanya pada dimensi budaya, ancaman pada dimensi lain juga terlihat secara riil, salah satunya dalam dimensi ekonomi. Dengan adanya arus lalu lintas manusia yang padat ini, muncul tingkat ketergantungan ekonomi terhadap orang asing yang bisa dibilang tinggi. Seringkali perusahaan asing membuka lahan kerja mereka di wilayah Indonesia dan merekrut atau memberikan pekerjaan kepada WNI (Warga Negara Indonesia). Tapi pada kenyataannya, pekerja WNI ini bekerja di tanah kelahiran mereka sendiri, dimana atasan mereka adalah orang asing yang secara tidak langsung menjajah melalui dimmesi ekonomi.

Peran imigrasi di sini adalah menyeleksi orang asing yang berguna dan tidak membahayakan stabilitas nasional (Kebijakan Selective Policy). Dalam hal ini Imigrasi sendiri dapat dikatakan menjaga keamanan negara tetapi di lain sisi, instansi ini juga melaksanakan tugasnya selaku instansi pertahanan negara. Secara tidak langsung kebijakan yang dimiliki imigrasi, membuat stabilitas nasional terjaga. Hanya saja jika tugas dan fungsi imigrasi dilaksanakan dengan benar seutuhnya. Bisa dibilang, imigrasi merupakan kekuatan perang non militer pertama dalam menhadapi perang non miltier. Globalisasi mengakibatkan, banyaknya pengaruh asing yang masuk ke Indonesia. Ini yang menyebabkan adanya infiltrasi oleh negara luar dan mengakibatkan banyaknya masalah dalam bidang ipoleksosbudhankam. Imigrasi harus dapat memfilter orang asing secara tepat dan bijak, demi menjaga kedaulatan negara seperti dalam pengertian keimigrasian.

Penutup

Dari seluruh argumen saya tentang ancaman nirmiliter, bisa dibilang ancaman ini sangat berbahaya karena perang konvensional tidak lagi digunakan dalam era globalisasi ini. Imigrasi sebagai garda terdepan dalam menseleksi orang asing yang akan masuk ke wilayah Indonesia, harus dapat melaksanakan tugasnya agar dapat mewujudkan keamanan negara yang stabil. Serta dapat melaksanakan pertahanan negara secara total

Jakarta,      Februari  2016
Penulis

Edo Gita Bagaskara Taruna

Leave A Response »

*