TNI Harus Peka terhadap Ancaman Dan Jauh Dari Narkoba

adminpenrem 18/04/2016 0

DSC_8092Abepura – Bertempat di lapangan upacara Makorem 172/PWY, Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf Sugiyono sebagai Inspektur upacara 17-an bulan April 2016. Pada kesempatan ini, Danrem membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Dalam amanatnya Panglima TNI menyampaikan dalam beberapa waktu terakhir ini terjadi sejumlah peristiwa yang cukup menimbulkan keprihatinan bersama, baik yang terkait langsung dengan personel dan institusi TNI, maupun peristiwa lain yang juga pasti terkait dengan tugas-tugas TNI.

Beberapa peristiwa itu antara lain jatuhnya Helicopter TNI AD di Poso, sehingga menyebabkan gugurnya sejumlah prajurit TNI di saat melaksanakan tugas. Peristiwa kecelakaan yang menimpa beberapa personel TNI AU dalam rangka gladi HUT TNI AU beberapa waktu lalu, yang juga menimbulkan gugurnya dua prajurit, yang kesemuanya menjadi kerugian bagi TNI.

Tetapi ada peristiwa lain yang sungguh sangat-sangat merugikan bagi TNI, yakni terseretnya sejumlah oknum TNI dalam kasus penyalahgunaan narkoba, baik yang di Jakarta maupun di daerah, yang tentunya peristiwa ini sungguh sangat memalukan dan memilukan. Dan peristiwa lain yang sungguh memerlukan pencermatan serta kehati-hatian kita semua adalah radikalisme dan terorisme.

Dari berbagai peristiwa ini, perlu ditunjukkan kepada semua para Prajurit dan PNS TNI, betapa godaan, tantangan, gangguan, hambatan selalu saja ada di depan. Ketika TNI mendapatkan apresiasi sebagai lembaga paling dipercaya publik, memiliki nama yang harum, tiba-tiba dirusak atau justru dihancurkan oleh beberapa oknum dengan kasus narkoba. Ini tantangan berat yang memerlukan keseriusan semua, agar TNI bersih dari narkoba, jangan sampai ada lagi satu pun Prajurit atau PNS TNI yang terlibat dalam narkoba.

Untuk itu, diperintahkan kepada unsur pimpinan satuan untuk melindungi para Prajurit dan PNS-nya, serta kepada segenap Prajurit dan PNS TNI, untuk melindungi diri dan keluarganya dari ancaman narkoba. Diingatkan, pemerintah telah mengeluarkan pernyataan perang terhadap narkoba, karena narkoba adalah kejahatan luar biasa. Pemerintah dengan tegas mengambil kebijakan ini, karena narkoba telah merusak generasi muda bangsa, dengan kerusakan 40-50 orang meninggal, 4,5 juta orang butuh rehabilitasi dan 1,2 juta orang sudah tidak bisa direhabilitasi. Karenanya, sungguh sangat hina dan tercela apabila prajurit dan PNS TNI dan atau keluarganya terlibat dalam persoalan narkoba.

Pada aspek lain, diingatkan sekaligus menekankan kepada segenap Prajurit dan PNS TNI untuk senantiasa peka dan waspada terhadap aliran-aliran yang mengarah kepada radikalisme dan terorisme. Sebab melihat bahwa berbagai kegiatan kelompok ideologi radikal juga sedang marak di sekeliling kita.

Kita bersyukur dalam kurun waktu terakhir ini pemerintah sungguh telah memperhatikan dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas TNI, baik personel maupun materiil dan alutsista, termasuk kesejahteraan prajurit. Oleh karenanya diingatkan bahwa besarnya atensi pemerintah juga adalah tantangan yang harus dijawab, dengan menunjukkan kinerja para prajurit dan PNS TNI yang harus terus meningkat, baik dalam konteks tugas pokok, maupun dalam konteks tugas bantuan, guna percepatan pembangunan nasional di daerah.

DSC_8197

Leave A Response »

*