Anggota Kodim 1702/JWY Laksanakan Upaya Pencegahan Terjadinya Perang Suku

adminpenrem 15/06/2016 0

photo_2016-06-15_11-58-33Wamena, Selasa 14/06/2016 Kabupaten Jayawijaya merupakan kabupaten induk di wilayah pegunungan, banyak sekali masyarakat dari berbagai kabupaten pamekaran tinggal menetap di Wamena yang merupakan pusat kota Kabupaten  Jayawijaya.

Tidak jarang terjadi perselisihan diantara mereka dikarenakan berbagai hal. Seperti yang baru-baru ini terjadi di Kampung Pamugi Distrik Silo Sukarno Doga Kabupaten Jayawijaya. Karena dipengaruhi minuman keras, empat pemuda memukuli Tete Neligi Kurisi yang merupakan tokoh masyarakat sekaligus tokoh adat Kabupaten Jayawijaya dengan alasan yang tidak jelas. Dengan kejadian tersebut keluarga korban tidak terima dan menginginkan balas dendam.

Mengetahui hal tersebut anggota Kodim 1702/JWY yang dipimpin oleh Kasdim Mayor Inf Nurliwrdie G, Danramil 1702-05/Assologaima Letda Inf Pramono beserta anggota serta anggota Unit Intel bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara.

Kasdim beserta anggota berinisiatif mengumpulkan masyarakat yang sedang tersulut emosi tersebut untuk berdialog dan diselesaikan dengan kepala dingin. Pada kesempatan tersebut Kasdim menyampaikan ” Masyarakat diharapkan tidak main hakim sendiri, ini merupakan negara hukum, kalian semua adalah bersaudara jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, kami minta semua menahan diri, kita cari jalan keluarnya dengan tepat sehingga tidak merugikan kedua belah pihak, perang suku hanya akan menambah penderitaan rakyat yang dapat mengakibatkan korban jiwa”, tegasnya.

Masyarakat akhirnya menyadari bahwa perang suku menambah penderitaan mereka, dan dapat merugikan khalayak banyak. Dengan ketulusan hati dan pikiran yang jernih akhirnya mereka menghentikan perang tersebut, mereka meletakkan alat perang tradisional dan berdamai serta menyelesaikan perselisihan tersebut dengan kekeluargaan.

Dengan tindakan yang diambil dengan cepat dan tepat oleh aparat Kodim 1702/JWY tersebut akhirnya perang antar suku di Distrik Silo Sukarno Doga tidak berlanjut dan tidak sampai memakan banyak korban jiwa.

Leave A Response »

*