Dandim 1701/Jayapura Menerima Kunjungan Ketua Penanggung Jawab Upsus Pajale Di Kabupaten Keerom

adminpenrem 01/09/2016 0

photo_2016-09-01_13-57-55Jayapura. Pemerintah pusat benar-benar serius dalam menangani percepatan program Upsus Swasembada Pangan khususnya di Provinsi Papua. Hal tersebut terbukti dengan kedatangan Prof dr. Risfaheri dari Kementerian Pertanian selaku penanggung jawab Upsus Pajale wilayah Papua.

Kedatangan Prof dr. Risfaheri tersebut untuk melakukan pertemuan dalam rangka membahas Upaya Swasembada Pangan dan Usaha pembukaan lahan baru yang disambut oleh Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf M. Mahbub Junaedi, Kepala BPPT Provinsi Papua Dr. Yulianto beserta staf, Kadinas Pertanian Kabupaten Keerom Marthen Rumbiak beserta staf, Pabung Kabupaten Keerom Kodim 1701/Jayapura Mayor Arh Dwi Purwanto, Danramil 1701-04/Arso Mayor Inf A. Rifai serta Danramil 1701-23/Skanto Kapten Inf M. Yani. Senin (29/8/2016)

Pertemuan yang dilaksanakan tersebut adalah untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan Upsus Swasembada Pangan dan pembukaan lahan baru serta kendala-kendala yang terjadi di lapangan, sehingga Swasembada pangan diharapkan 3 Tahun sudah tercapai. Namun kendala yang dihadapi selama ini adalah terbatasnya jumlah penyuluh lapangan yang ada maka Kementerian Pertanian menggandeng TNI AD yang memiliki Babinsa yang tersebar keseluruh pedesaan di Indonesia untuk menyukseskan Upsus Pajale.

photo_2016-09-01_13-58-06Untuk Provinsi Papua, ditargetkan sampai akhir Agustus 2016 sudah tertanami 4.500 hektare akan tetapi hingga saat ini baru 3.500 hektare lahan yang siap ditanami sehingga perluasan lahan baru masih harus dikebut.

Menurut Dandim 1701/Jayapura bahwa persawahan di Kabupaten Keerom belum terintegrasi dengan saluran irigasi, termasuk dengan cetak sawah yang baru, dimana sungai terdekat tidak ada airnya sehingga terpaksa harus ditanam dengan sistem tadah hujan yang tentunya hasilnya tidak seperti sawah lain dengan irigasi. Belum adanya koordinasi yang baik antara Dinas Pertanian dengan Dinas Pekerjaan Umum yang akan membangun saluran irigasi sehingga terkadang pembangunan yang dilaksanakan oleh Dinas PU tidak dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Di Kabupaten Keerom sebenarnya memiliki potensi yang besar untuk lahan pertanian karena terdapat 2 sungai besar yaitu sungai Skanto dan sungai Tami yang hingga saat ini, belum termanfaatkan untuk pengairan pertanian karena belum adanya bendungan, oleh sebab itu, perlu dicarikan solusi sehingga para petani yang membutuhkan air dapat terpenuhi. Gairah petani dalam menanam padi harus tetap dijaga dengan pendampingan dan penyediaan fasilitas yang dibutuhkan, walaupun irigasi sudah ada jangan sampai petani beralih menjadi petambak dari pada menanam padi karena menurut mereka hasilnya lebih menguntungkan dibanding menanam padi, seperti yang terjadi di Koya.

Selaku penanggungjawab Upsus Pajale di wilayah Papua, Prof dr. Risfaheri memang mengakui bahwa pelaksanaan Upsus Pajale di Papua ditemui banyak masalah yang barus dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Kami mengharapkan agar pelaporan Luas Tambah Tanam tiap hari agar dilakukan karena hal tersebut adalah tuntutan dari pusat.

Memang untuk penanaman padi memiliki margin keuntungan yang kecil karena cost operasional yang besar sehingga Pemerintah untuk meringankan petani padi membantu dengan bantuan alsintan, benih dan pupuk, akan tetapi bantuan benih dan pupuk ini masih sering kami mendapatkan laporan keterlambatan pendistribusian khususnya di wilayah Papua sehingga kami akan mengecek apa kendala keterlambatan bantuan tersebut.

Leave A Response »

*