29/05/2020

KOREM 172/PRAJA WIRA YAKTHI

BERBUAT TERBAIK, BERANI, TULUS DAN IKHLAS

Danrem 172/PWY Pimpin Upacara Hari Juang Kartika Ke-71 Di Kodim Jayawijaya

172_1619Wamena, Kamis (15/12), Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf Boni Cristian Pardede bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Juang Kartika Ke 71 di wilayah Kodim 1702/Jayawijaya.

Perayaan Hari Juang Kartika Tahun ini mengangkat Thema “Melalui Hari Juang Kartika Kita Mantapkan Jati Diri TNI-AD dan Kemanunggalan TNI-Rakyat Guna Mewujudkan Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian”.

Amanat Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono yang dibacakan oleh Danrem 172/PWY menyampaikan, bahwa Peringatan Hari Juang Kartika Tahun 2016 ini, diselenggarakan melalui upacara sederhana secara tersebar dan serentak di seluruh wilayah Indonesia, yang disertai dengan syukuran serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Hal tersebut merupakan refleksi dari jati diri TNI AD sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional yang senantiasa harus manunggal dengan rakyat serta mengedepankan kepentingan masyarakat, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia diatas segala-galanya.

Hari Juang Kartika pada hakikatnya dilandasi oleh sebuah peristiwa bersejarah penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang terjadi 71 tahun silam di Kota Ambarawa. Peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Palagan Ambarawa itu, telah membawa dampak politik secara internasional dan menjadi momentum penting untuk menunjukkan eksistensi TNI AD sebagai penjaga tegak kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perlu dipahami bersama, bahwa penyelenggaraan Peringatan Hari Juang Kartika, selain sebagai sarana untuk introspeksi diri, juga dapat dipandang sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban TNI AD kepada rakyat atas pembangunan kekuatan yang telah dilaksanakan. Hal tersebut sesuai dengan tema yang di usung pada peringatan Hari Juang Kartika tahun 2016 yaitu “Melalui Hari Juang Kartika, Kita Mantapkan Jati Diri TNI AD dan Kemanunggalan TNI-Rakyat Guna Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian”. Tema tersebut mengandung makna bahwa TNI AD dengan Jati Diri nya sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang dan Tentara Nasional yang Profesional, senantiasa tumbuh berkembang dan berjuang bersama rakyat untuk kepentingan  rakyat Indonesia.

TNI AD juga meyakini bahwa TNI akan kuat jika senantiasa manunggal dengan rakyat, karena kekuatan TNI yang didukung oleh rakyat merupakan bentuk aplikasi pertahanan semesta yang melibatkan seluruh potensi Bangsa dalam ikut serta membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan bingkisan kepada para veteran sebagai simbol penghargaan atas perjuangan para pahlawan dimasa lalu dalam menjaga keutuhan NKRI.

172_1647