Komunikasi Sosial Wadanramil Sentani Bersama Warga Panti Jompo

adminpenrem 17/01/2017 0

photo_2017-01-17_14-59-21Jayapura. Belum menginjak satu bulan setelah pindah ke satuan Kodim 1701/Jayapura, Lettu Inf Supriyadi selaku Wadanramil 1701-01/Sentani langsung beraksi, dengan melaksanakan Komunikasi Sosial terhadap warga penghuni Panti Jompo di Panti Bina Lanjut Usia di Jln. Pos 7 Sentani tepatnya di Kampung Sere, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura. Senin (16/1)

Komunikasi Sosial yang dilaksanakan oleh Wadanramil 1701-01/Sentani beserta 4 orang Babinsa tersebut adalah bertujuan untuk bersilaturahmi dengan seluruh penghuni Panti Jompo dan pengurusnya sekaligus memperkenalkan diri selaku pejabat Wadanramil 1701-01/Sentani.

“Selain untuk bersilaturahmi, tujuan utama Komunikasi Sosial ini adalah untuk lebih mendekatkan diri kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya di wilayah binaan Koramil 1701-01/Sentani dengan harapan agar kedepannya seluruh lapisan masyarakat dapat lebih bersinergi dengan TNI dalam bingkai NKRI”, ungkap Perwira Pertama yang sempat menjabat sebagai Kepala Pembinaan Mental Korem 172/PWY.

photo_2017-01-17_14-59-29Kedatangan Wadanramil 1701-01/Sentani di Panti Jompo tersebut disambut baik oleh Kepala Seksi Dinas Lanjut Usia Bapak Manggoting dengan mengucapkan terimakasih atas silahturohimnya dan mengucapkan selamat tahun baru bagi Wadanramil beserta anggotanya.

Panti ini bisa menampung 70 orang akan tetapi yang nyata sebanyak 54 orang dan dari 54 orang tersebut, mayoritas berasal dari wilayah Sentani (warga asli Papua dari marga Sentani) sedangkan yang lain dari suku Jawa, Ambon dan Manado.

Diantara penghuni Panti Jompo, ada yang masuk ke Panti dengan datang sendirinya, ada yang diantar oleh keluarganya dan bahkan ada yang terlantar di jalanan dan diantar orang lain yang merasa kasihan kepada seseorang sehingga peduli untuk mengantarnya ke Panti ini.

Menurut Kepala Seksi Dinas Lanjut Usia Kabupaten Jayapura, bahwa untuk kegiatan yang dilakukan sehari-hari oleh penghuni Panti yang masih kuat dan mampu membuat kebun bekerja dengan sendirinya tanpa ada paksaan dari pengurus Panti, sedangkan yang sudah lemah dan usianya cukup tua hanya dapat membuat kerajinan tangan berupa sapu, sulam-menyulam dan anyaman. Hasil dari berkebun, membuat sapu, sulam-menyulam dan membuat anyaman bisa dijual untuk biaya tambahan kehidupan mereka. Pembekalan Agama yaitu yang Nasrani sebanyak 2 kali dalam seminggu yakni hari Kamis dan Minggu sedangkan untuk yang Muslim juga ada bimbingan mental. “ungkapnya”

Leave A Response »

*