Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Satgas 516 Masih menemukan Ladang Ganja di Perbatasan RI-PNG

adminpenrem 30/01/2017 0

TNIberantasganjapapua001Jayapura – Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan (Pamtas) RI-Papua New Guinea (PNG) Yonif Mekanis 516 Caraka Yudha kembali menemukan ladang ganja dalam wilayah Kabupaten Keerom. Penemuan tanaman terlarang ini membuktikan belum adanya kesadaran oknum masyarakat di wilayah perbatasan Republik Indoneia dan Papua Nugini ini.

Sabtu 28 Januari 2017 kemarin, anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 516/CY melakukan patroli disepanjang Distrik Waris tepatnya di sekitar Kampung Kalibom. Patroli tersebut untuk memastikan wilayah Pos TNI Satgas tersebut aman, nyaman dan kondusif serta tak adanya tindakan atau kegiatan kriminal.

Dalam perjalanan, tim patroli Pos 4/A Kalibom dipimpin Komandan Pos (Danpos), Letda Inf Nugraha Khofa bersama anggotanya menemukan  ladang ganja setelah melakukan perjalanan kurang lebih empat jam lamanya yang akan bertolak kembali ke Pos 4/A Kalibom.

 “Anggota patroli yang berada di depan, yaitu Praka Agus dan Praka Sahrul memberikan tanda untuk menghentikan perjalanan, karena mereka melihat tanaman yang diduga tanaman ganja disekitar tanaman jagung,” kata Letda Inf Nugraha Khofa, Minggu (29/01/2017) petang di Keerom, Papua.

 Setelah yakin bahwa tanaman tersebut adalah tanaman Ganja, ia memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyisiran  serta mencabut tanaman tersebut. “Kami lakukan pencarian orang-orang sekitar ladang untuk ditanykan kepemilikan ladang ganja tersebut, tapi tak ditemukan,” tuturnya.

Pohon ganja yang berhasil dicabut, lanjutnya sebanyak 19 pohon ganja yang tingginya rata-rata satu meter. Selanjutnya, tim patroli melanjutkan perjalanan kembali ke pos dan membawa barang bukti tanaman ganja.

 “Sampai pos, kami langsung melaporkan temuan ladang ganja kepada Danki A Satgas Yonif Mekanis 516/CY Lettu Inf Hari Sutanto, untuk selanjutnya dilaporkan kepada Dansatgas Yonif Mekanis 516/CY beserta barang bukti 19 batang tanaman ganja,” ujarnya.

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 516/CY, Letkol Inf Lukman Hakim saat ditemui media ini mengaku peredaran narkoba ditengah-tengah masyarakat saat ini masih marak dan ini dapat mengganggu stabilitas keamanan wilayah, untuk itu pihaknya tetap berkomitmen untuk berantas habis peredaran narkoba.

“Salah satu ya dengan memusnahkan ladang-ladang ganja yang berhasil kami temukan dan gali informasi tentang oknum-oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab yang menanam ganja tersebut,” kata Dan Satgas Pamtas RI-PNG, Letkol Inf Lukman Hakim, Senin (30/01/2017).

Dia meminta seluruh masyarakat, terutama di wilayah perbatasan RI dan PNG untuk saling bergandengan tangan, berantas habis narkoba, agar terciptanya situasi yang aman, damai serta kondusif  di Papua, terutama menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 15 Februari mendatang di sepuluh kabupaten dan satu kota.

Saat ditanya apakah juga dilakukan sosialisasi dampak buruk dari konsumsi ganja berlebihan ataupun menanam serta menjual barang tersebut? dikatakan Letkol Inf Lukman Hakim, dirinya telah memberikan sosialisasi tentang bahaya Narkoba. “Kami terus menerus lakukan sosialisasi baik secara kolektif kami kumpulkan masyarakat dan berikan pengarahan penyuluhan, maupun secara perorangan kami sampaikan,” ujarnya.

Apa saja sebenarnya dorongan masyarakat yang masih hingga kini masih banyak ditemukan ladang ganja, ataukah selama ini ada penadah tetap dan bagaimana solusinya? Menurutnya,  hinga kini pihaknya masih terkendala dengan belum terbukanya masyarakat kepada pihaknya, mungkin mereka takut untuk memberikan informasi.

“Jadi kalau kami menemukan ladang ganja, kami sulit untuk mencari info siapa oknum masyarakat yang menanam. Selain itu hutan yang begitu luas, keterbatasan personil Satgas untuk menyisir seluruh lokasi,” katanya.

Angkatan 1999 Akademi Militer (Akmil) tersebut menduga penadah maupun pembeli tetap sepertinya memang ada, sehingga masyarakat tetap tergiur menanam ganja. “Coba kalau tak ada penyalur, pasti mereka bingung atau takut menjual kemana,” diungkapkannya.

Solusi yang ia berikan yakni, semua instansi terkait bersama-sama memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba dan tindakan hukum bagi penanam, penjual penyalur maupun pengguna. Juga berikan program-program pertanian perkebunan yang berpotensi bagus di wilayah tersebut dan berikan pendampingan terus-menerus sehingga masyarakat tidak tertarik lagi menanam ganja.

“Terakhir tindak tegas bagi pelanggar hukum tentang narkoba, juga aparat pemerintahan, aparat keamanan TNI Polri sama-sama berkomitmen kuat untuk memberantas habis Narkoba,” katanya.

Sebelumnya juga tanggal 17 Januari bulan ini, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 516/CY dari Pos Waris saat melakukan patroli menemukan ladang ganja dengan luar sekitar satu meter dan berjumlah 28 batang pohon ganja.

 

Leave A Response »

*