Kasdim 1701/Jayapura Hadiri Singkronisasi Kegiatan Model Klaster Kampung Papua

adminpenrem 15/02/2017 0

Jayapura. Untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Keerom, Pemda Kabupaten Keerom bekerjasama dengan Kementrian Pembangunan Desa Tertinggal Republik Indonesia melaksanakan Singkronisasi Kegiatan Model Klaster Kampung Papua yang merupakan salah satu solusi percepatan pembangunan papua melalui pelatihan kepada masyarakat, penerapan teknologi tepat guna dan penerapan hasil kajian mengenai model kampung klaster yang berbasis sumber daya lokal dan adat di kampung. Senin (13/2)

Kegiatan singkronisasi tersebut dipimpin oleh Bupati Kabupaten Keerom Celsius Watae dan dihadiri sekitar 100 orang tamu undangan yang diantaranya Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementrian Desa dan Pengembangan Daerah Tertinggal RI Leroi Sami Ugui, Staff Kementrian Pembangunan Desa Tertinggal RI Ali Jum Mashar, Staff Menteri ESDM RI Simon Himawan, Wakil Bupati Kabupaten Keerom Muh. Markum, Sekda Kabupaten Keerom Blasius Waluyo, Asisten 1 Sekda Kabupaten Keerom Sucahyo Agung, Kapolres Keerom AKBP Simon Sahureka, Kasdim 1701/Jayapura Mayor Inf Abraham Yansen Romkeny mewakili Dandim 1701/Jayapura beserta para Pimpinan SKPD Kabupaten Keerom.

Dalam sambutan Bupati Kabupaten Keerom yang ditandai dengan pemukulan tifa, mengatakan bahwa pertemuan hari ini mengandung makna yang sangat penting dan strategis karena akan melakukan singkronisasi kegiatan model klaster kampung Papua yang merupakan salah satu solusi percepatan pembangunan Papua melalui pelatihan kepada Masyarakat, penerapan teknologi tepat guna dan penerapan hasil-hasil kajian mengenai model kampung klaster yang berbasis sumber daya lokal dan adat di kampung.

Kegiatan yang dilakukan oleh Badan Penelitian, Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan serta Informasi Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI sebagai mitra pemerintah daerah dalam mengembangkan penerapan hasil-hasil kajian mengenai model kampung klaster salah satunya kajian puslitbang mengenai budidaya tanaman pangan dan hortikultura yang sudah diterapkan di Kampung Usku, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom.

Adapun Visi yang telah dijabarkan kedalam 6 (enam) misi kegiatan tersebut adalah Meningkatkan kualitas dan kapasitas tata kelola Pemerintahan yang bersih, berwibawa dan bermartabat, Meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya Manusia dalam keberagaman Agama, Adat dan Budaya, Mewujudkan kemandirian ekonomi daerah berbasis potensi lokal dan berdaya saing, Percepatan Pembangunan infrastruktur dasar yang berkeadilan, terintegrasi dan berkelanjutan, Pengelolaan dan Pemanfaatan sumber daya alam secara arif dan ramah lingkungan, Meningkatkan Pengelolaan kawasan perbatasan secara terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bupati menambahkan bahwa aspek yang perlu mendapat perhatian untuk dikaji yang dicermati, antara lain adalah : Aspek tata kelola Pemerintahan Kampung, Aspek SDM di Kampung, Aspek sarana dan prasarana di Kampung, Aspek daya saing, Aspek Ilmu Teknologi dan globalisasi serta Aspek komitmen.

Pada kesempatan tersebut, Bupati  menyampaikan beberapa hal yang patut direnungkan dan dijadikan komitmen bersama dalam membangun masyarakat Kabupaten Keerom kedepan yaitu fokus pembangunan rakyat di kampung-kampung yang saat ini sangat membutuhkan perhatian pemerintah dalam hal menopang mereka agar memeliki kompetensi yang memadai baik dalam pendidikan, kesehatan maupun penyediaan infrastruktur dasar, sehingga masyarakat di kampung dapat menyediakan kebutuhan pangan bagi kelangsungan kehidupannya.

Selain itu, Simon Himawan selaku Staf Menteri ESDM RI juga menambahkan yang pada intinya adalah bahwa dari 61 (enam puluh satu) Desa di Kabupaten Keerom, hanya 3 (tiga) desa yang belum tersentuh listrik yaitu di Desa Towe, Desa Nawa dan Desa Sawanawa, namun demikian di Kabupaten Keerom ini juga masih banyak keluarga yang masih belum diberikan aliran listrik.

Dalam program tahun 2017 ini, kita akan segera mendistribusikan sistem aliran listrik ke masing-masing keluarga sebanyak 208 (dua ratus delapan) keluarga di 3 (tiga) Desa tersebut, karena  pada tahun 2017 ini Kementrian ESDM RI sudah menyusun rencana untuk membantu Masyarakat Kabupaten Keerom yaitu di Distrik Towe, Distrik Web dan Distrik Senggi agar segera di distribusikan sistem jaringan komunikasi dan aliran listrik oleh pihak PLN. Ungkap Simon Himawan.

Leave A Response »

*