29/10/2020

KOREM 172/PRAJA WIRA YAKTHI

BERBUAT TERBAIK, BERANI, TULUS DAN IKHLAS

Babinsa Koramil 1701-23/Skanto Dampingi Petani Panen Padi

Keerom. Untuk mendapatkan gabah dari lapangan pada tingkat kematangan optimal, mencegah kerusakan dan kehilangan hasil seminimal mungkin, perlu diketahui tahap-tahap pemasakan bulir padi untuk penentuan saat panen tiba.

Adapun Tanda-tanda padi siap panen, yakni adalah 95 % gabah sudah menguning dan daun bendera telah mengering, kemudian umur padi optimal malai 30-35 hari terhitung sejak hari sesudah berbunga, kadar air yang terkandung dalam buliran padi berkisar antara 21-26 % dan kerontokan gabah sekitar 16-30 %. Tanda-tanda seperti itulah yang sering digunakan oleh para petani untuk persiapan melaksanakan panen apabila saatnya telah tiba.

Seperti yang dilakukan oleh salah satu kelompok tani kampung Jaefuri, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, yakni bapak Astro yang merupakan pemilik lahan sawah yang luasnya mencapai 1 Ha, didampingi oleh Babinsa Koramil 1701-23/Skanto Sertu Dimyati dan Serda Armin telah memanen padi yang sudah waktunya untuk dipanen. Luas lahan yang mencapai 1 Ha tersebut, ditanami padi jenis IR 46, telah berhasil dipanen dengan hasil 90 karung gabah kering. Rabu (15/3)

Menurut Sertu Dimyati, bahwa pemanenan padi tidak akan menguntungkan dan memuaskan jika prosesnya dilakukan dengan cara yang kurang benar dan pada umur panen yang tidak tepat. Cara panen yang tidak baik akan menurunkan kehilangan hasil secara kuantitatif, Sedang saat panen yang tepat akan menentukan kualitas gabah dan beras.

“Panen harus dilakukan bila bulir padi sudah cukup dianggap masak, dan panen yang kurang tepat dapat menurunkan kualitas dari gabah maupun beras nantinya”. Ujar Sertu Dimyati