26/11/2020

KOREM 172/PRAJA WIRA YAKTHI

BERBUAT TERBAIK, BERANI, TULUS DAN IKHLAS

Penyuluhan Hukum Kepada Prajurit Dan Persit KCK Di Wilayah Wamena

Wamena – Rabu (15/03), Sebanyak lebih kurang dua ratus lima puluh prajurit gabungan Kodim 1702/JWY dan Batalyon Infanteri 756/WMS serta Persit Kartika Chandra Kirana mengikuti penyuluhan tentang hukum, kegiatan penyuluhan tersebut dipusatkan di Aula Wimane Batalyon Infanteri 756/WMS.

Penyuluhan hukum disampaikan oleh Kapten Chk Alip Nurrasyid Suseno S.H Kaurdal Situud Kumdam XVII/Cen, dalam kesempatan tersebut prajurit serta Persit menerima tiga materi hukum yaitu Hukum Disiplin Militer, Sanksi Administrasi serta KDRT.

Hukum Disiplin Militer adalah peraturan dan norma untuk mengatur, membina, menegakkan disiplin dan tata kehidupan yang berlaku bagi militer. Jenisnya ada tiga yaitu Teguran, Penahanan Disiplin Ringan maksimal 14 hari serta Penahanan Disiplin Berat maksimal 21 hari. Penjatuhan hukuman disiplin dilaksanakan dalam sidang disiplin sesuai tata cara sidang disiplin, jenis dan lamanya ditentukan keadaan dan kepribadian tersangka dan Ankum wajib memberitahu hak tersangka untuk mengajukan keberatan.

Sanksi Administrasi merupakan pedoman dalam penjatuhan sanksi administrasi dan sebagai perangkat kendali karier bagi militer di lingkungan TNI AD. Tujuan penerapan sanksi administrasi untuk pembinaan personel dan tertib administrasi dalam rangka pembinaan karier selanjutnya, dengan sasaran terwujudnya rasa keadilan, kepastian hukum, pembinaan personel yang transparan serta tertib administrasi.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan penelantaran rumah tangga termasuk pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum. Korban berhak mendapatkan perlindungan dari pihak keluarga, kepolisian, kejaksaan dan pengadilan, mendapatkan pelayanan kesehatan, penanganan secara khusus serta pelayanan bimbingan rohani.

Prajurit serta Persit antusias mendengarkan apa yang disampaikan, hingga tercipta interaksi aktif dengan berbagai macam pertanyaan yang mereka lontarkan untuk diberikan penjelasan.