28/11/2020

KOREM 172/PRAJA WIRA YAKTHI

BERBUAT TERBAIK, BERANI, TULUS DAN IKHLAS

Komunikasi Sosial Danramil 1701-13/Kaureh Dengan Masyarakat Pegunungan

Jayapura. Dengan melekatnya pendampingan Babinsa terhadap warga di desa binaannya, tingkat kesadaran warga untuk menjaga keamanan agar situasi tetap kondusif di wilayah Papua, berangsur-angsur mulai membaik seiring berjalannya waktu.

Babinsa memang memiliki peran yang sangat penting dalam masyarakat, namun semua itu tak luput dari peran Danramil pula dalam mengatur para Babinsanya untuk menjalankan tupoksinya.

Seperti yang kerapkali Danramil 1701-13/Kaureh Kapten Czi Rama lakukan yakni terjun langsung ke lapangan pada setiap kesempatan yang ada untuk menemui warga desa binaannya untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh warga serta sedikit demi sedikit memberikan gambaran wawasan kebangsaan dengan cara melaksanakan komunikasi sosial, sehingga para Babinsanya pun termotifasi dengan pelaksanaan kegiatan yang sering dilaksanakan oleh Danramil.

Di kampung Ongan Jaya SP1, Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Danramil 1701-13/Kaureh Kapten Czi Rama, terjun langsung ke lapangan untuk melaksanakan komunikasi sosial terhadap masyarakat pegunungan dengan memberikan masukan dan cara pandang masyarakat tentang cara mengisi kemerdekaan Indonesia ini, agar tetap utuh dalam bingkai NKRI. Sabtu (1/7)

Danramil 1701-13/Kaureh berharap agar dengan adanya kegiatan-kegiatan tersebut, dapat lebih menumbuhkan kesadaran warga tentang arti pentingnya menjaga keamanan bersama-sama, saling toleransi antar umat beragama dan melakukan hal-hal yang positif demi keutuhan wilayah NKRI.

Dapat dibuktikan bahwa warga Papua khususnya di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, mulai berangsur-angsur dari waktu ke waktu merubah pola pikirnya yang sempit, dimana warga yang biasanya melakukan aktifitas untuk mendukung gerakan sekelompok kecil masyarakat Papua yang menyatakan bahwa tanggal 1 Juli adalah hari ulang tahun TPN/OPM, namun hal tersebut tidak berlaku bagi warga Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura.

“Masyarakat yang menyatakan bahwa tanggal 1 Juli adalah hari ulang tahun TPN/OPM, itu hanya sekelompon kecil masyarakat yang memiliki kepentingan pribadi dan ingin memecah belah persatuan dan kesatuan, sehingga sudah sepatutnya kita sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib memberikan pemahaman terhadap saudara-saudara kita yang masih belum paham tentang arti pentingnya menjaga keutuhan wilayah NKRI agar tidak terpecah belah, siapapun itu, tidak memandang warnah kulit, suku, ras dan agama, karena tugas tersebut bukanlah hanya tugas TNI/Polri melainkan tugas kita selaku warga Negara Kesatuan Republik Indinesia”. Tegas Danramil