Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Jelang Hari Kermerdekaan RI, Satgas 432 Kostrad Gelar Patroli Patok Negara

adminpenrem 07/08/2017 0

Mosso. Menjelang Hari Ulang tahun yang ke 72 RI  Prajurit dari Pos Mosso  Satgas Pamtas Para Raider 432 melaksanakan tugas patroli patok  di pimpin oleh Pelda Iwan dan sepuluh anggotanya di dampingi oleh Pastaf Perwira Topografi Lettu Ctp Joko Setiono dan satu orang warga Mosso sebagai TBO.

Prajurit Para Raider 432 Kostrad memang sudah dipersiapkan untuk bertahan dimedan apapun karena perjalanan patroli patok ini membutuhkan fisik yang prima dan mental baja karena setelah kami lalui medan yang cukup berat dengan melalui jalan stapak diatas papan, rawa dan sungai baru kita ketemu pohon yang cukup besar dimana pohon inilah sebagai titik tanda bahwa parjalanan ini akan berganti medannya untuk menuju tanjakan duabelas yang sudah kita dengar ceritanya dari teman teman satgas yang lalu, awalnya kita bertanya tanya tetapi setelah kita lewati sampai puncak sangat luar biasa menguras fisik dan tenaga kita tanjakan duabelas adalah ketinggian bukit yang berkesinambungan dengan ketinggian yang berjenjang dari ketinggian satu hingga ketinggian yang keduabelas.

Menurut Danpos Mosso Pelda Iwan mengatakan “Perjalanan yang panjang tidak menyurutkan semangat para anggota untuk menembus hutan belantara dipapua ini dengan aman dan sehat, dengan jarak tempuh sekitar 17.9 kilometer yang ditempuh selama 5 hari perjalanan berangkat dan kembalinya, hambatan dan rintangan bisa kita lalui dengan selalu mengutamakan kewaspadaan sebab perjalanan ini sebelumnya kita belum ketahui bagaimana medanya saat perjalanan memasuki hutan kita menyusuri jalan setapak yang diatasnya terdapat papan papan yang di pasang sepanjang perjalanan karena sebelumnya hutan ini pernah di rambah oleh perusahaan sampai jarak 10 km barulah kami ketemu jalan loging yang sudah ditumbuhi pohon dan semak belukar dimana bapak Han yang membantu kita dalam perjalanan untuk merintis jalan, menebangi pohon pohon yang menghalangi perjalanan kita. terangnya

Dalam perjalanan Tim patroli patok Perwira Topografi sebagai yang mendampingi Tim ini tidak lepas dengan GPSnya karena dengan alat ini sangat membantu untuk memudahkan memandu sepanjang perjalanan tim patroli dari berangkat dan kembali ke Pos dimana dengan alat GPS ini  bisa menentukan posisi koordinat kita dan juga posisi Patok yang akan kita tuju, demikian juga GPS ini bisa juga untuk mengetahui berapa jaraknya yang akan kita tempuh maupun yang sudah kita tempuh selain itu juga GPS ini bisa membuat rute perjalanan supaya kita tidak tersesat di hutan.

Kegiatan Patroli Patok ini bertujuan untuk memastikan tidak bergesernya Patok batas dari posisinya dan disisi lain untuk mengetahui dan menganalisa aktivitas yang dilakukan masyarakat dari Pos sampai patok batas serta untuk memastikan keamanan wilayah perbatasan bisa di lakukan oleh Prajurit yang melaksanakan Patroli Patok tersebut dan juga sebagai pencegah dari suatu hal gangguan yang tidak kita inginkan sebab tidak menutup kemungkinan karena luasnya batas wilayah ini ada orang orang yang mempunyai tujuan yang tidak baik bisa leluasa melewati jalan jalan daerah ini sehingga bisa mengancam keamanan dan ketertiban wilayah sepanjang perbatasan ini. Terang Dansatgas Letkol Inf Ahmad Daud.

Disisi lain informasi dari pak Han beliau adalah juga yang menemani kami patroli menuju Patok karena masa kecilnya beliau di daerah itu dan hafal betul wilayah itu tentunya cerita disaat ada kesempatan istirahat sepanjang perjalanan mengenai dulu  orangtuanya,kakek neneknya tinggal di kampung Tua tapi sekarang kampung itu sudah tidak berpenghuni lagi rumah maupun puing puingnya pun sudah tidak ada yang ada hanya pohon coklad, pohon kelapa dan kuburan di sekitar lokasinya, pertanyaannya berapa KK dan kenapa masyarakatnya kok meninggalkan lokasi itu ?…

Menurut cerita dari Pak Han yang selama setia menemani Satgas bila Patroli menuju Patok Batas mengatakan bahwa dahulu ada sekitar 300 Kepala Keluarga termasuk orang tuanya yang berada dikampung Tua itu dan mereka meninggalkan kampung Tua ini menuju PNG Karena disuruh Oleh Kelompok Orang yang bersebrangan dengan  pemerintah mereka di takut takuti akhirnya mereka mengikuti untuk pindah ke sebelah yaitu PNG sekarang mereka menyadari bahwa dahulu mereka di tipu oleh sekelompok orang itu dan sekarang buktinya dari keturunanya banyak yang kembali untuk tinggal dan berkeluarga di Kampung Mosso dan Pak Han sendiri masih berstatus PNG tapi dia ingin sekali menjadi WNI karena dia sadar bahwa orangtuanya dulu mengajaknya waktu masih kecil ke PNG karena tidak tau dan ditipu oleh orang orang itu kami ingin menjadi WNI dan memiliki KTP Indonesia agar anak anak kami yang sedang sekolah bisa melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi dan nantinya memiliki kehidupan yang lebih baik, harapannya

Leave A Response »

*