Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Patroli Peringati HUT Prolamasi Di Alam Pesona Tanah Papua

adminpenrem 18/08/2017 0

Keerom – “Di sana pulauku, yang kupuja selalu, tanah Papua pulau indah, hutan dan lautmu, yang membisu s’lalu, Cendrawasih burung emas. Gunung-gunung lembah-lembah, yang penuh misteri, kan ku puja s’lalu, keindahan alammu yang mempesona, sungaimu yang deras mengalirkan emas” Itulah penggalan lirik lagu yang berjudul “Tanah Papua” yang dibawakan oleh Trio Ambisi. Siapapun orangnya dan dari manapun asalnya tidak akan bisa membantah, bahwa tanah Papua menyimpan sejuta pesona, tetapi tanah Papua juga menyimpan sejuta misteri yang membuat penasaran siapa saja yang ingin memiliki bahkan ingin menguasai seutuhnya, tetapi bisa juga mengundang sejuta keprihatinan.

Untuk membuktikan lirik lagu “Tanah Papua” yang dibawakan oleh Trio Ambisi ini, Satgas Yonif 410/Alugoro dalam memperingati perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan  RI yang ke 72 dengan cara melaksanakan patroli keamanan untuk menemukan tempat-tempat yang indah dan mempesona serta tempat yang menyimpan misteri, disitulah langsung dijadikan sebagai tempat Upacara.

Pos Kalilapar melaksanakan kegiatan patroli keamanan yang dipimpin Lettu Inf Ikhsan melaksanakan kegiatan patroli keamanan dalam rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan  RI yang ke 72 yang merasa penasaran tentang adanya jalanan setapak yang belum di ketahui arahnya kemana dan siapa saja yang melalui jalanan setapak ini.

Personel Satgas menyusuri jalanan setapak sampai masuk jauh ke pedalaman hutan dan gunung, menyusuri jalan setapak dan harus melewati beberapa sungai besar dan kecil, lereng gunung dan lebatnya hutan belantara yang akhirnya menemukan Kampung Sach asli pedalaman dengan waktu tempuh sekitar 5 jam, dengan penuh kehati-hatian dan waspada. Kampung ini dihuni 3 KK 12 jiwa, dan ada 6 rumah dengan Kepala Kp Bp Matheus. Rumah disini terbuat dari batang sagu dengan atap daun sagu dan tanpa ada penerangan listrik, Sungguh sangat memprihatinkan kondisi kehidupan warga disini, sehari-hari mereka hanya makan singkong, jagung dan sagu. Tanah mereka subur, hasil pertanian cukup, tetapi mereka kebingungan mau dijual kemana, karena akses jalan ke kota jauh, akhirnya hasil panen mereka,dibiarkan membusuk begitu saja.

Tim patroli melanjutkan penjalanan untuk mencari kampung berikutnya sekitar 3 Km dan berhasil menemukan Kp. Mink yg berjumlah 8 Kk dg 33 jiwa, bahan dan bentuk rumah sama dengan Kp Sack, kondisi masyarakat lebih memprihatinkan ,lagi dari kampong tetangganya sehari-hari.mereka juga hanya makan singkong, jagung dan sagu. Permasalahan yang di hadapi Kp Mink hampir sama dengan Kp Sack. Sebagian dari penduduk Mink ada yang sudah ke PNG sekitar th 2006.

Setelah menemukan Kp Sach dan Kp.Mink dan bermalam disini esokan harinya tim patroli lanjutkan perjalanan dan menemukan suku Ibe pedalaman yang merupakan asal mula warga Ibe berjarak skitar 5,5 Km, dengan melawati medan yang sangat ekstrim terdiri dari hutan, jurang dan sungai dengan waktu tempuh skitar 3,5 jam. Permukiman disini juga terbuat dari batang sagu beratap daun sagu tanpa ada penerangan listrik dan kondisi penduduk sangat memprihatinkan sekali, mereka hanya makan sagu dan jagung. Kampung ini dihuni 3 KK dan 10 jiwa dengan Kepala Kp Bpk.Mikel Ibe. Di Kp Ibe ini, tim patroli bersama warga kampung mengadakan Upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan  RI yang ke 72 dengan penuh kesederhanaan tetapi penuh khikmad. Informasi dari warga ketiga kampung diatas, mereka menginformasikan belum ada instansi manapun yang datang ke kampung ini, termasuk Satgas sebelumnya.

Tim patroli HUT Proklamasi Kemerdekaan  RI yang ke 72 yang lain, gabungan dari Satgas Yonif 410/Alg dan Satgas Tri Buwana serta masyarakat menyusuri sekitar gunung dan hutan yang ada di wilayah Distrik Skanto. Perjalanan tim dari Arso Kota menggunakan kendaraan melewati Kp Arso 14 kearah selatan dengan jarak tempuh kurang lebih ± 55 km.  Tim melanjutkan dengan jalan kaki menyusuri jalan setapak dan lebatnya hutan belantara. Diujung jalan setapak tim harus membuat rintisan jalan dengan membabat semak belukar dan lebatnya hutan supaya bisa dilalui oleh tim patroli. Setelah jalan kaki dengan jarak ± 7 km dengan medan yang sangat berat memakan waktu tempuh ±3 jam tim menemukan sebuah pemandangan yang sungguh sangat menakjupkan, disini ada sebuah air terjun dengan ketinggian ± 65 m yang lebih dikenal dengan air terjun Kalibiyan.

Pemandangan air terjun sangat cocok untuk lokasi wisata dengan pemandangan alam sangat indah dengan ditambah air terjun yang sangat menakjupkan, rasa capek dan lelah tim terobati dengan penemuan air terjun ini. Kondisi sekitar lokasi air terjun rawan terjadi banjir bandang, hal ini bisa diketahui dengan kondisi batang pepohonan dan semak belukar di sekitar yang diselimuti dengan lumpur bekas banjir tumpahan air dari atas ketinggian air terjun, hal ini sangat membahayakan bagi para pengunjung bila terjadi hujan yang sangat lebat. Hal ini membutuhkan pembenahan aliran air di atas air terjun

Dilokasi air terjun inilah tim patroli gabungan dari Satgas Yonif 410/Alg dan Satgas Tri Buwana serta masyarakat mengibarkan bendera merah putih sebagai bentuk kebanggaan dan penghormatan terhadap bangsa Indonesia yang sedang merayakan Upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan  RI yang ke 72.

Leave A Response »

*