Satgas 432 Kostrad Kembali Gagalkan Penyelundupan Ratusan Kilo Fanili Tanpa Dokumen

adminpenrem 21/08/2017 0

Skouw – Jum’at (18/8), Beberapa Personel Satgas sore ini kembali menggagalkan penyelundupan Fanili dimasukkan dalam beberapa karung dengan total berat sekitar 197 kg di muat dalam mobil Rush milik bapak Erman (45 th).

Kejelian dalam menjaga Batas Negara ini memang sangat di butuhkan, khususnya Prajurit Satgas dimana lalu lalangnya kendaraan yang lewat didepan Pos harus bisa menganalisa kendaraan kendaraan atau orang yang mencurigakan.

Sabtu 19 Agustus 2017. Telah diserahkan barang bukti 8 Karung Vanili Illegal dengan Berat +/- 197 Kg kepada Pihak PLBN hasil sweeping Pos Kotis Satgas  pada 18 Agustus 2017 pukul 15.00 Wit yang melintas di depan Pos Kotis Skouw menuju Koya Timur.

Pada hari Jumat 18 Agustus 2017 pukul 1430 wit anggota Pos Kotis Dipimpin Kopda Muskarman beserta 5 orang anggota Lainnya yaitu Praka Sudiono, Praka Yamin, Pratu Kurnianto, Pratu Gusti Randa, dan Pratu Rusli melaksanakan kegiatan Dinas Dalam di Pos Kotis Skouw.

Pada Pukul 14.45 wit anggota Provost Praka Sudiono yang betugas di depan melihat Mobil Taksi Toyota Rush Putih Yang Mencurigakan lalu mobil toyota Rush Tersebut diberhentikan dan Kemudian di Periksa. Setelah diperiksa, ternyata terdapat  8 Karung Vanili  yang tidak ada Dokumennya.

Selanjutnya Praka Sudiono (Provost Satgas) melaporkan kepada Pasiops Lettu Inf Andito selanjutnya Pasiops memerintahkan anggota yang jaga untuk menurunkan barang bukti dan diamankan di Pos Kotis.

Sopir Taksi dimintai keterangan lebih lanjut oleh staf Intel Sertu Cahyo dengan mendapat keterangan dari Sopir Taksi bapak Irman Jaya yaitu “Menyatakan bahwa yang bersangkutan hanya disuruh untuk mengangkut barang tersebut dan diantar menuju Koya, dan pengakuan Sopir, barang ini milik masyarakat yang bernama ibu wahida usman”. terangnya

Kemudian setelah Komandan Satgas mengetahui kejadian itu memerintahkan Pasintel Satgas untuk berkoordinasi kepada Pihak Karantina dan Bea Cukai agar mengkonfirmasi barang tersebut dan ketika di cek oleh pihak Karantina dan Bea Cukai Barang tersebut dinyatakan ilegal karena tidak melalui pemeriksaan karantina dan bea cukai.

Komandan Satgas Letkol Inf Ahmad Daud mengatakan “Sangat mengapresiasi Para Prajurit yang telah berhasil menggagalkan penyelundupan barang ini dan tentunya harus di tingkatkan kewaspadaanya dalam menjaga Pintu Negara ini dan juga membantu instansi lain di Perbatasan ini”. terangnya

Selanjutnya barang diamankan terlebih dahulu di Pos Kotis karena waktu sudah menjelang sore dalam rangka menunggu pejabat yang berwenang dari Balai Karantina dan Bea Cukai keesokan harinya.

Selanjutnya pada Hari Sabtu, 19 Agustus 2017, Pukul 12.30 wit. Barang bukti tersebut diserahkan ke Pihak Karantina untuk diproses lebih lanjut.

Pasi Intel Satgas Lettu Inf Muk Tavin Menyampaikan “Dari hasil penggagalan Vanili oleh anggota Satgas ditaksir harga normal perkiraan dari pihak Beacukai senilai 197 kg x Rp 3.900.000/kg = Rp. 768.300.000,- (Tujuh Ratus Enam Puluh Delapan Tiga Ratus Rupiah)”. selanjutnya kedepan nanti akan kami perketat lagi pengawasanya”. terangnya.

Sampai berita ini diturunkan semua proses kelanjutanya sudah menjadi wewenang pihak Beacukai dan Balai Karantina.

Leave A Response »

*