Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Danrem 172/PWY pimpin panen padi di Jayawijaya

adminpenrem 19/02/2018 0

Wamena – Danrem 172/PWY Kolonel Inf Boni Christian Pardede memimpin prajurit TNI bersama perwakilan pemerintahan dan masyarakat memanen padi pada lahan seluas 61 hektare yang digarap oleh TNI dan masyarakat di Distrik Megapura, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Rabu.

Kolonel Inf Boni Christian di sela-sela panen padi, mengatakan cuaca di Jayawijaya sama dengan beberapa daerah pengembangan sawah di Indonesia, misalnya Cianjur, Sukabumi.

Hal itu berarti Jayawijaya berpotensi untuk pengembangan sawah dalam skala yang besar.

“Padi di Jayawijaya ini tidak menggunakan pupuk kimia dan tidak menggunakan irigasi tapi mengandalkan curah hujan dan hal sangat menjanjikan bagi petani sawah,” katanya.

Ia mengatakan TNI siap mempromosi beras produk Jayawijaya ke luar kabupaten itu, agar dikenal masyarakat luas sehingga banyak yang membeli dan petani tidak kesulitan untuk masalah pemasaran.

“Saya minta Dandim 1702/Jayawijaya mengusahakan beras yang dihasilkan di sini untuk dikirimkan ke Pangdam XVII/Cenderawasih, Danpusterat dan Kasad sehingga mata pusat akan tertuju ke Wamena,” katanya.

Menurut dia, jenis padi yang dikembangkan merupakan jenis yang hampir punah di Indonesia.

Sementara itu, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Lukas Sadipun mengatakan berkat dukungan dan kerja sama dari pemerintah serta masyarakat, telah dibuka 210 hektare lahan sawah.

“Masih ada 400 hektare yang belum dibuka dan masih membutuhkan uluran tangan dari pemerintah, Babinsa, Bhabinkantibmas. Kita sudah kerjasama dengan masyarakat untuk mengembangkan padi di Jayawwijaya dan kami akan terus membagi ilmu yang kami miliki tentang pengembangan sawah,” katanya.

Wakil Bupati Jayawijaya John R Banua yang ikut serta dalam panen padi secara simbolis itu mengatakan kelompok tani di sana biasanya mendapatkan bantuan dana Rp10 juta, di luar dari bantuan yang diberikan oleh dinas pertanian setempat.

“Ada juga bibit yang diberikan oleh Kementerian Pertanian. Padi yang ditanam ini umur tiga bulan sudah dapat dipanen. Namun yang perlu dilihat oleh dinas terkait adalah masalah irigasi sebab dengan curah hujan yang tinggi dapat membuat tanam petani tergenang air dan rusak,” katanya.

Leave A Response »

*