03/12/2020

KOREM 172/PRAJA WIRA YAKTHI

BERBUAT TERBAIK, BERANI, TULUS DAN IKHLAS

Korem 172/PWY Laksanakan Pemeriksaan Randis Sebagai Upaya Pengamanan Satuan

Abepura – Sebagai salah satu langkah tindakan pengamanan sekaligus upaya pencegahan serta menekan terjadinya kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas, Korem 172/PWY melaksanakan pemeriksaan kelengkapan dan kondisi Kendaraan Dinas roda 2 maupun roda 4.

Pengecekan dilakukan dengan memeriksa kelengkapan administrasi, fisik kendaraan, mesin hingga fungsi pengereman yang dibantu oleh Detasemen Perlengkapan Korem 172/PWY.

Adapun jumlah kendaraan dinas yang dimiliki oleh Korem 172/PWY sebanyak 122 unit terdiri dari 98 unit roda 2, roda 4 sebanyak 17 unit sedangkan roda 6 sebanyak 7 unit di gelar di area lapangan upacara Korem 172/PWY, Jayapura, Papua, Rabu (21/2).

Dari total 122 unit, ada 12 kendaraan yang mengalami rusak berat sehingga kami usulkan untuk penghapusan karena sudah tua dan ada juga yang membutuhkan biaya perbaikan yang besar. Rata-rata yang rusak adalah roda dua”, ujar Kepala Seksi Logistik (Kasilog) Korem 172/PWY Letkol Inf Nurwanto saat ditemui di lokasi pemeriksaan.

Lebih jauh, Kasilog mengatakan bahwa pemeriksaan kendaraan dinas bertujuan juga untuk mengukur kesiapan di bidang operasional. Sementara dari hasil pemeriksaan, rata-rata kendaraan siap digunakan untuk melaksanan tugas dilapangan.

Namun yang perlu diperbaiki adalah dalam segi penampilan kendaraan, seperti cat yang sudah kusam dan di bagian-bagian tertentu terdapat body yang penyok, walaupun tidak parah, namun dapat merusak penampilan kendaraan tersebut.

Nurwanto berharap para anggota dapat merawat kendaraan. “Pada prinsipnya, sebelum mengendarai kendaraan, baik itu kendaraan roda empat maupun roda dua, para pemegang alat inventaris kendaraan  diharapkan senantiasa membawa kelengkapan surat – surat  kendaraan, memperhatikan prosedur keselamatan seperti melakukan pengecekan terhadap kondisi mesin,  oli, air aki, tekanan angin ban kendaraan, alat pemadam kebakaran dan P3K”, katanya.