Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Kembali, Masyarakat Serahkan Senjata Api Kepada Satgas Yonif PR 501 Kostrad

adminpenrem 10/09/2018 0

Abepura (9/9), Kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) yang dilakukan oleh Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad di Wilayah Perbatasan Papua berhasil merubah pola pikir masyarakat, terkhusus tentang kepemilikan senjata api ilegal. Melalui pendekatan yang humanis disertai dengan sosialisasi tentang larangan dan bahaya menyimpan senjata api, masyarakat Perbatasan Papua menyadari bahwa menyimpan senjata api adalah tindakan yang melanggar Undang Undang.

Berawal dari berita tentang meninggalnya ayah dari IKS (22 tahun) karena sakit komplikasi, salah seorang Warga Kampung Arso XI, Distrik Arso Barat, Kab. Keerom, minggu lalu. Kemudian beberapa Personel Satgas Pos Skamto datang untuk memberikan bantuan dan melaksanakan Takziah di kediaman IKS.

Setelah seluruh acara selesai, IKS datang berkunjung ke Pos Skamto untuk mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan pihak Pos kepada dirinya selama mengurus almarhum ayahnya. Sebelum pulang, IKS menceritakan bahwa almarhum ayahnya masih menyimpan 2 pucuk senjata api yang dahulu sering digunakan ketika terjadi perang suku. IKS berniat menyerahkan senjata api tersebut kepada pihak Pos Skamto.

Keesokan harinya, beberapa Personel dari Pos Skamto mendatangi kediaman IKS untuk menerima senjata api yang dimaksud. Pihak keluarga IKS pun dengan ikhlas menyerahkan kedua pucuk senjata api tersebut dengan alasan merasa aman dan telah menganggap personel Pos Skamto sudah seperti keluarga sendiri.

Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad berharap masyarakat Papua bisa mencontoh apa yang telah dilakukan oleh IKS. Senjata api adalah barang yang sangat berbahaya. Terlebih lagi apabila senjata api disalahgunakan, maka akan berakibat korban yang ditimbulkan dari penyalahgunaan senjata api tersebut.

Ancaman hukuman yang diberikan pun tidak main main. Berdasarkan Undang Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan  senjata api ilegal, dijelaskan bahwa barang siapa yang menyalahgunakan senjata api dapat dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.

Leave A Response »

*