Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Pangdam XVII/Cenderawasih Dikukuhkan Sebagai Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah

adminpenrem 27/09/2018 0

Wamena – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit dikukuhkan sebagai Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah setelah melalui acara prosesi adat yang dipimpin oleh Kepala Suku Besar Silo Alex Doga, ditandai dengan penyematan mahkota Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah kepada Pangdam XVII/Cenderawasih bertempat di Kampung Kimbim Distrik Kimbim Kab. Jayawijaya, Rabu (26/9).

Acara Prosesi adat pengukuhan yang berlangsung sejak Pukul 11.00 Wit dihadiri oleh Wakil Bupati Kab. Jayawijaya John Richard Banuwa, Danrem 172/PWY Kolonel Inf J. Binsar Parluhutan Sianipar, Para Pejabat Asisten Kasdam XVII/Cen, jajaran Dandim wilayah Kodam XVII/Cen, Ketua Persit KCK PD XVII/Ce5 beserta pengurus, para Ketua LMA jajaran Kodim, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda serta masyarakat yang diperkirakan hadir sebanyak 1000 orang.

Setibanya di lokasi acara di Kampung Kimbim, Mayjen TNI George Elnadus Supit disambut sukacita oleh para kepala suku pegunungan tengah serta masyarakat yang hadir di pinggir jalan, dan dilanjutkan dengan prosesi adat yang berlangsung khidmat sebagai ungkapan syukur seluruh masyarakat Pegunungan Tengah atas diangkatnya Pangdam XVII/Cen sebagai Kepala Suku Besar mereka melalui penyematan mahkota adat oleh Alex doga.

Seusai mengikuti prosesi adat, Anak Kepala Suku Perang Assologaima Agori Wetipo membacakan pernyataan sikap mewakili kepala-kepala suku sepengunungan tengah yang isinya antara lain :

  1. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia
  2. Siap membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  3. Siap menduking dan setia kepada Pangdam XVII/Cen sebagai Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah.
  4. Siap mendukung kebijakan Panglima Kodam XVII/Cen untuk menjaga dan membangun wilayaj adat pegunungan tengah
  5. Siap mendorong anak cucu untuk menjado prajurit TNI dan mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu, Mayjen TNI George Elnadus Supit dalam sambutannya mengatakan bahwa Sebagai pribadi saya menyadari bahwa kepercayaan yang diberikan bapak-bapak kepala suku bukan hanya suatu kehormatan tetapi juga menjadi tanggung jawab besar buat saya untuk senantiasa menciptakan suasana yang aman dan damai diwilayah pegunungan tengah, sehingga masyarakat pegunungan tengah dapat merasakan program pembangunan yang telah dibuat pemerintah Kabupaten, pemerintah Provinsi bahkan dari pemerintah pusat.

Sebagai Kepala Suku besar, saya mengajak kepada seluruh masyarakat pegunungan tengah untuk selalu mengedepankan nilai-nilai agama, nilai budaya dan adat istiadat serta nilai-nilai kesetaraan dalam menghadapi permasalahan sosial yang timbul di masyarakat.

Masyarakat Papua sangat dikenal memiliki tingkat toleransi yang tinggi di negara indonesia. Tentunya sikap ini terbentuk karena pada dasarnya orang-orang Papua taat dalam menjalankan ibadah agama yang mengajarkan kasih terhadap sesama manusia. Saya meyakini jika kita berbuat berdasakan kasih maka potensi konflik yang terjadi akan bisa hilang di tanah Papua ini.

Mulai sekarang mari kita tinggalkan rasa egois yang hanya mementingkan kepentingan individu atau kelompok. Kita harus mengutamakan kepentingan bersama demi masa depan Papua yang lebih baik. Saya juga mengajak kepada seluruh suku-suku di Pegunungan Tengah untuk meninggalkan cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan karena hanya menimbulkan korban sia-sia dan bahkan dapat menimbulkan rasa dendam yang berkepanjangan serta bertentangan dengan ajaran kasih yang kita anut.

Saya juga mendorong generasi muda pegunungan tengah untuk mampu meningkatkan sumber daya manusia dengan belajar dan sekolah, sebab dengan pendidikan yang baik, itu adalah kunci keberhasilan dalam suatu masyarakat sehingga kita bisa membangun negeri kita dengan baik untuk mengejar ketertinggalan dari daerah-daerah lain yang sudah maju lebih dahulu agar mampu menjadi masyarakat pegunungan tengah yang mandiri dalam memberdayakan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang optimal yang dapat dirasakan oleh masyarakat pegunungan tengah.

Dalam acara pengukuhan Pangdam XVII/Cen sebagai Kepala Suku Besar Pegunungan, sebanyak 50 ekor babi dikorbankan pada acara adat bakar batu yang kemudian di bagikan kepada tamu undangan serta masyarakat yang hadir saat itu. Demikian pula di waktu yang sama, Mayjen TNI George Elnadus Supit menyumbangkan 50 ekor anak babi yang diserahkan secara simbolis kepada Kapala Suku Wilayah Silo Alex Doga sebagai wujud syukur dan perhatian Kodam XVII/Cenderawasih kepada seluruh masyarakat pegunungan tengah.

 

Leave A Response »

*