03/08/2020

KOREM 172/PRAJA WIRA YAKTHI

BERBUAT TERBAIK, BERANI, TULUS DAN IKHLAS

*SEJARAH SINGKAT KODAM XVII/CENDERAWASIH*

 

 

 

 

*SEJARAH SINGKAT KODAM XVII/CENDERAWASIH*

Sejak KMB (Konferensi Meja Bundar) tahun 1949, Kerajaan Belanda masih enggan menyerahkan wilayah Irian Barat kepada Pemerintah Indonesia dan bahkan ingin membuat negara Boneka di bawah persemakmuran Belanda. Hal ini mengakibatkan Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya Diplomasi dan militer untuk mengembalikan wilayah ini ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Akhirnya, setelah 13 tahun berupaya dengan sangat gigih, pada tanggal 15 Agustus 1962 berlangsung perundingan antara pemerintah Republik Indonesia dengan Belanda di New York yang dikenal dengan NEW YORK AGREEMENT. Perundingan ini menghasilkan beberapa kesepakatan penting yang menguntungkan Indonesia, yaitu:

1. Gencatan senjata dilakukan di wilayah Irian Barat

2. Belanda akan menyerahkan Irian Barat kepada Republik Indonesia melalui PBB

Sebagai tindak lanjut dari persetujuan New York tersebut, maka PBB membentuk pemerintahan transisi di Irian Barat, yaitu UNTEA ( _United Nation Temporary Executive Authority_ ).
Untuk menyiapkan pengalihan tanggung jawab keamanan dari UNTEA, Pemerintahan Republik Indonesia membentuk satuan tugas yang disebut Kontingen Indonesia Irian Barat (KOTINDO) yang secara taktis di bawah UNTEA yang kemudian menjadi inti Kodam XVII/Irian Barat.

Pada tanggal 1 Mei 1963 UNTEA menyerahkan Irian Barat kepada Pemerintah Republik Indonesia, dan selanjutnya *pada tanggal 17 Mei 1963 Kodam XVII/Irian Barat dirubah namanya menjadi Kodam XVII/Cenderawasih*, yang segera melaksanakan fungsinya baik sebagai kekuatan pertahanan keamanan maupun sebagai kekuatan Sosial Masyarakat.

Dalam perjalanannya, pada tanggal 8 Mei 1985 Kodam XVII/Cenderawasih dan Kodam XV/Pattimura pernah digabung menjadi satu Kodam dengan nama Kodam VIII/Trikora. Pada tanggal 7 Mei 1999, Nomor Registrasi Kodam VIII/Trikora berubah menjadi Kodam XVII/Trikora. Selanjutnya, pada tanggal 5 Oktober 2007, nama Kodam XVII/Trikora berubah kembali menjadi Kodam XVII/Cenderawasih sampai dengan saat ini.

Sampai dengan Tahun 2020 ini, Kodam XVII/Cenderawasih telah berusia *57 tahun*, dan telah dipimpin oleh 36 Pangdam dari mulai Pangdam ke-1 yakni Mayjen TNI U. Rukman s.d saat ini Pangdam ke-36 yakni Mayjen TNI Herman Asaribab.

*_Dirgahayu Kodam XVII/Cenderawasih, Ksatria Pelindung Rakyat._*🇮🇩🇮🇩🇮🇩
(Referensi : Buku Sejarah Kodam XVII/Cenderawasih)