03/08/2020

KOREM 172/PRAJA WIRA YAKTHI

BERBUAT TERBAIK, BERANI, TULUS DAN IKHLAS

Bersama Masyarakat Menjaga Ketahanan Pangan Melalui Tanaman Hipere/Ubi Jalar, Pangan Lokal Masyarakat Jayawijaya

Wamena~Jayawijaya, merupakan salah satu kabupaten di Papua yang terletak di wilayah Pegunungan Tengah Papua. Suku Dani merupakan suku besar yang mendiami Lembah Baliem ini.
Berada diketinggian 1.500 hingga 2.000 mdpl membuat udara di lembah ini sangat sejuk, bahkan diwaktu-waktu tertentu sangat dingin.

Sungai Baliem yang mengalir di lembah ini membuat tanahnya begitu subur. Warga yang mendiami lembah ini terkenal sangat ulet berkebun dan beternak Babi atau sering disebut dengan bahasa daerah Wam.
Sejauh mata memandang terlihat perkebunan ubi jalar (Hipere) milik warga, terbentang berpetak-petak. Hipere telah menjadi makanan pokok masyarakat asli lembah Baliem, sehingga tidak heran jika setiap kelompok tani di setiap kampung memiliki lahan pertanian Hipere/ubi jalar yang luas.

Teknik dan cara membudidayakan hipere masih dilakukan masyarakat setempat dengan cara tradisional yang diwariskan nenek moyang turun temurun. Petani suku Dani menanam ubi jalar pada tumpukan-tumpukan tanah berbentuk gundukan tunggal yang lebih dikenal dengan cuming. Di atas cuming ditanam bibit ubi jalar.

Varietas yang ditanam petani umumnya adalah varietas lokal (helaleke), disamping itu juga petani sudah mengadopsi varietas Papua Salossa, Papua Patippi dan Cangkuang. Varietas ini merupakan hasil kerjasama Balitkabi, BPTP Papua dan ACIAR.

Melihat peluang pertanian pembudidayaan tanaman hipere ini, Babinsa Koramil 01 Wamena Kodim 1702 Jayawijaya Sersan Dua Hasan melakukan pendampingan kepada petani yang berada diwilayah binaannya.
Pendampingan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keaneka ragaman bahan pangan di wilayah binaan Koramil Wamena Kota, apalagi program pertanian masih menjadi yang terdepan dalam kegiatan Babinsa.

Hal inilah yang dilakukan Babinsa Koramil 01 Wamena Kodim 1702 Jayawijaya, dalam upaya khususnya mewujudkan Hanpangan. Dalam melakukan pendampingan, Serda Hasan selalu melakukan pembinaan langsung ke perkebunan warga binaan, seperti yang ada di Kampung Honai Lama Kelurahan Wamena.

Disela-sela kegiatan pendampingan, Sersan Dua Hasan mengatakan bahwa inilah wujud peran serta Babinsa dalam mensukseskan Hanpangan.
Dengan terus lakukan pendampingan kepada para petani, ikut serta turun ke kebun untuk membantu para petani, sebagai wujud peran/andil kami (TNI) kepada petani, semoga kehadiran kami Babinsa TNI dapat memotivasi petani untuk terus semangat dalam bekerja,” ucapnya

Komitmen pendampingan kepada para petani merupakan bukti bahwa TNI-AD melalui pendampingan para Babinsa benar-benar menjalankan tugasnya sebagai Aparat Teritorial. Selain itu juga sebagai sarana untuk memotivasi para petani sekaligus mendukung Pemerintah Daerah dalam mensukseskan ketahanan melalui tanaman Hipere ini.

Kita juga membantu petani dalam menyiapkan lahan pertanian, perawatan hingga masa panen mendatang. Upaya pendampingan pertanian dalam rangka percepatan luas tambah tanam Hipere/Ubi Jalar ini akan dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan. Semakin rutinnya pendampingan ini, petani di Desa binaan pun semakin giat dan semangat memanfaatkan lahan yang ada untuk ditanami Hipere/Ubi Jalar dalam rangka antisipasi Kurangnya Stock Beras di Wilayah Kabupaten Jayawijaya khususnya,”Pungkasnya.

Maka dengan itu, khususnya wilayah Wamena target perolehan panen nantinya semakin meningkat dan melimpah untuk mencukupi di masa Pandemi Covid 19 seperti sekarang ini,” tutup Serda Hasan.