29/11/2020

KOREM 172/PRAJA WIRA YAKTHI

BERBUAT TERBAIK, BERANI, TULUS DAN IKHLAS

TEMPUH MEDAN BERAT, DANREM 172/PWY BERI SUPPORT PRAJURIT DI MBUA

Abepura – Dengan menempuh medan yang sangat berat dan beresiko tinggi, Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan melakukan kunjungan ke wilayah distrik Mbua Kab. Nduga.

Danrem menyampaikan kunjungannya tersebut pada Sabtu (10/10) lalu, semata-mata ingin memberikan support kepada prajurit, karena dengan adanya kunjungan dari pimpinan diharapkan mampu menambah moril prajurit dalam melaksanakan penugasan di daerah rawan.

Dikatakan, jalur darat untuk mencapai distrik Mbua tersebut, adalah medan berat dan beresiko tinggi serta cuaca yang ekstrim, dengan waktu tempuh sekitar 13 jam dari Wamena, dan medan berupa tanjakan dan turunan yang terjal dengan batu-batuan lepas yang besar-besar, shg mobil harus melewatinya dengan berloncatan.namun tidak menyurutkan semangat untuk dapat meninjau langsung kondisi prajurit di daerah penugasan di pedalaman Papua.Medan jalur darat tersebut juga yang dilalui untuk pendorongan logistik rutin satgas setiap bulannya.

“Kepada prajurit, saya mengingatkan agar selalu meningkatkan komunikasi dengan masyarakat serta meningkatkan kewaspadaan mengingat akhir-akhir ini aktifitas kelompok separatis bersenjata terus meningkat. Jangan ada gesekan sekecil apapun dengan masyarakat yang dapat menimbulkan konflik baru”, tegasnya.

Selanjutnya Danrem 172/PWY mengingatkan bahwa ada dua hal yang menyebabkan Pos tidak diserang oleh OPM, yaitu pertama, OPM memang tidak punya niat untuk menyerang. Hal ini karena Pos selalu waspada dan membina hubungan baik dengan lingkungan sekitar tanpa membedakan siapa mereka. Kedua, OPM berniat menyerang, tetapi masyarakat tidak mengijinkan karena Pos memberikan manfaat kepada masyarakat sekitarnya. Hal ini dimungkinkan mengingat Papua adalah tanah adat, semua masyarakat patuh kepada adat setempat.

“Siapa yang melanggar adat akan kena sanksi adat, termasuk OPM. Oleh karena itu Pos harus membina hubungan baik dengan semua masyarakat sekitar”, ujar Danrem saat ditemui di Jayapura, Senin (12/10).

Danrem juga mengatakan, bahwa saat melaksanakan kunjungan kerjanya ke distrik Mbua, pihaknya melaksanakan komunikasi sosial dengan masyarakat dan tokoh adat (kepala suku), tokoh agama dan juga turut hadir aktifis HAM Papua Theo Hesegem serta para intelektual muda yang berasal dari daerah itu salah satunya adalah Lokbere.

“Komunikasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terprovokasi oleh sentimen-sentimen yang dibangun oleh kelompok-kelompok yang masih berseberangan dengan NKRI. Saya sangat berharap agar seluruh masyarakat dan TNI-Polri yang ada di distrik Mbua dapat hidup rukun dan dapat bekerjasama dalam menciptakan Kamtibmas yang kita harapkan bersama”, katanya.

Seperti kita ketahui bersama bahwa wilayah tersebut merupakan daerah operasi dari kelompok sparatis bersenjata pimpinan Egianus Kogoya, yang pada 2 Desember 2018 lalu melakukan pembantaian keji kepada belasan karyawan PT. Istaka Karya, serta penyerangan Pos Yonif 755/Yalet pada (3/12/2018) silam yang mengakibatkan Serda Handoko meninggal dunia.

Mengingat hal tersebut, Danrem memberikan beberapa penekanan kepada seluruh anggota yang bertugas di wilayah rawan, terutama di Distrik Mbua. Pertama: pertajam naluri tempur, khususnya kejelian membaca tanda-tanda alam dan kebiasaan kehidupan disekitar Pos. Harus paham tentang indikator Pos akan diserang, karena penyerangan OPM tidak terjadi secara serta merta, tetapi melalui proses. Proses itu harus dipahami oleh semua anggota Pos sebagai indikator. Kedua: pahami segala sesuatu tentang pertempuran, bahwa pertempuran itu tidak mengikuti norma sehingga harus selalu mengembangkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat terjadi. Pertempuran itu penuh tipu muslihat sehingga harus cerdas mengembangkan siasat bertempur. Pertempuran itu penuh dinamika sehingga harus selalu mengikuti perkembangan strategi dan taktik bertempur musuh. Pertempuran itu keras dan kejam sehingga harus selalu waspada dan tidak boleh lengah. Pertempuran itu sadis dan penuh penderitaan, oleh karena itu hrs selalu semangat, dgn jiwa rela berkorban, pantang menyerah dan selalu berbuat terbaik tulus dan ikhlas. Ketiga: tetap semangat, jaga kesehatan dan laksanakan tugas secara profesional.

“Saya yakin dan percaya kalian semua mampu melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya”, ujar pucuk pimpinan di Korem 172/PWY ini.

Masyarakat distrik Mbua sangat berterimakasih dengan keberadaan satgas TNI di distrik Mbua tersebut, krn selama ini pos TNI sangat membantu masyarakat baik dibidang kesehatan maupun kesejahteraan dan keamanan di distrik Mbua ini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasiops Korem 172/PWY Letkol Inf Josep D.D Surbakti, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto beserta romboongan.

Penrem172