27/10/2020

KOREM 172/PRAJA WIRA YAKTHI

BERBUAT TERBAIK, BERANI, TULUS DAN IKHLAS

Danrem 172/PWY Buka Kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara Bagi OAP Di Keerom

Keerom – Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf Boni C. Pardede beserta Tim rombongan Kementerian Pertahanan RI membuka kegiatan pembinaan kesadaran bela negara bagi orang asli papua di kampung ujung karang pikere distrik arso kabupaten Keerom, Selasa (18/7).

Kegiatan akan dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 18 sampai dengan 19 Juli 2017 dengan peserta kurang lebih 150 orang.

Dalam sambutannya Danrem mewakili Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit mengemukakan dalam undang-undang dasar tahun 1945 pasal 30 ayat satu dan dua telah dijelaskan bahwa setiap warga negara wajib ikut serta menjaga pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

“Salah satunya adalah bagaimana kita menanamkan kesadaran bela negara yang dilaksanakan pada saat ini, di dalam kegiatan ini juga ada manfaat yang bisa diambil seperti lahirnya para kader penyebarluasan kesadaran bela negara yang berasal dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda di wilayah kabupaten keerom”, ujar Danrem.

Wilayah Kabupaten Keerom, kata Danrem, memiliki potensi yang dapat diberdayakan dan didayagunakan untuk kepentingan pertahanan negara. Oleh karena itu, masyarakat di wilayah distrik arso timur ini harus memiliki wawasan pertahanan dan kesadaran bela negara, sebagai implementasi hak dan kewajiban warga negara sebagaimana diatur dalam konstitusi sekaligus sebagai landasan dalam mewujudkan masyarakat kabupaten Keerom yang aman, damai dan sejahtera.

Sementara itu,  Mayjen TNI Eko Budi, selaku ketua Tim rombongan Kemhan RI memberikan apresiasi kepada kurang lebih 150 orang para pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat yang mau hadir untuk mengikuti kegiatan pembinaan bela negara.

“Pertahanan negara tidak bisa hanya dibebankan kepada TNI-Polri. Dengan luas Negara Indonesia yang begitu luas dan harus dijaga keutuhannya, jumlah TNI dan Polri tidak akan cukup. Maka, sistem pertahanan di Indonesia dilakukan secara semesta, memberdayakan semua warga negara Indonesia dengan bersama-sama mempertahankan NKRI sesuai dengan Undang-undang dengan cara pembinaan bela negara seperti ini”, ujar Budi.

Diharapkan dengan adanya kegiatan kesadaran bela negara ini akan bisa meningkatakn pertahanan dan keamanan di wilayah kita sekaligus nantinya akan meningkatkan kesehjahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.